Hallo sahabat Batasa, dalam artikel ini admin akan berbagi tips seputar strategi mendampingi sang buah hati belajar di rumah saat musim Corona akhir-akhir ini. Tips ini kami bagikan dari berita kumparan.com. Semoga bermanfaat.

Untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia, beberapa pemerintah provinsi dan daerah telah memutuskan untuk menutup sekolah selama 14 hari alias 2 pekan. Terhitung sejak Senin (16/3), kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke rumah.

Sebagai orang tua, Anda harus paham bahwa ditutupnya sekolah selama 14 hari bukan berarti anak bebas pergi berlibur. Sebab, pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait untuk memastikan pembelajaran jarak jauh tetap bisa dilakukan. Sekolah Gemala Ananda yang terletak di Jakarta Selatan misalnya, memastikan telah memberikan materi pembelajaran online yang dapat diakses oleh orang tua. Menurut Kepala Sekolah Gemala Ananda, Jasmin Jasin, setiap materi pembelajaran juga akan disertai dengan arahan dan panduan, untuk memudahkan orang tua dalam memahami dan mengelola proses pembelajaran anaknya. “Orang tua diminta mengunggah hasil pekerjaan anandanya secara berkala pula, ke folder penyimpanan cloud yang sama. Dengan demikian guru dapat memantau proses belajar dan perkembangan pemahaman siswa, serta memberikan umpan balik bilamana perlu,” ujar Kepala Sekolah Gemala Ananda, Jasmin Jasin, Minggu (15/3).

Psikolog Anak yang juga pemilik sekolah Taman Kreativitas Anak Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, juga memastikan telah menutup sekolahnya dari jenjang PAUD hingga Sekolah Dasar. Selama ditutup, Rose Mini memastikan kegiatan pembelajaran jarak jauh tetap berjalan secara online. Oleh karena itu, peran orang tua sangat diperlukan untuk memastikan anak tetap belajar meski tidak pergi ke sekolah.

“Orang tua harus mengetahui apa yang diberikan selama dua minggu ini, caranya bertanya pada guru, program apa saja yang telah dibuat oleh guru. Maka program tersebut harus di share ke anak didik atau orang tua. Dari program tersebut, maka orang tua mempelajari apa yang orang tua sudah lakukan dan mana yang belum. Tujuan pemberian program ini adalah nantinya agar tercapai indikator pembelajaran tersebut sesuai masing-masing kelasnya,” jelas Bunda Romi–sapaan akrabnya kepada kumparanMOM, Senin (16/3). Moms, mendampingi anak belajar di rumah sepanjang hari memang bukan hal mudah. Sehingga butuh trik agar anak tetap fokus selama belajar di rumah. Dalam hal ini, keterlibatan orang tua tentunya sangat dibutuhkan.

Menurut praktisi homeschooling, sekaligus pendiri Rumah Inspirasi–ruang belajar homeschooling, parenting, dan pendidikan entrepreneurship, Aar Sumardiono, mendampingi anak belajar di rumah memang butuh strategi. Nah, agar kegiatan belajar di rumah menyenangkan, menurut Aar, orang tua harus memahami 3 hal berikut ini.

1. Mengelola Ekspektasi

Pertama-tama, Anda harus menyamakan ekspektasi dengan pihak pengajar di sekolah dan anak. Ya, Anda harus tahu apa ekspektasi pihak sekolah saat meliburkan sekolah selama dua pekan. Misalnya, target belajar apa yang harus dicapai anak saat belajar di rumah atau tugas-tugas apa yang perlu diselesaikan si kecil saat ia tidak bersekolah. “Kalau ekspektasinya di rumah tapi pembelajarannya normal, waduh itu semuanya stres, enggak kebayang, gurunya stres, anaknya stres, malah kacau. Maka, salah satu hal yang penting itu adalah mengolah ekspektasi,” ujar Aar Sumardiono, saat dihubungi kumparanMOM, Minggu (15/3).

2. Bicarakan Kondisi yang Terjadi

Bicarakan pada anak kondisi yang terjadi sekarang, terutama alasan kenapa ia tidak pergi sekolah selama 2 pekan. Hal itu penting agar anak bisa memahami keadaan yang terjadi, sehingga mereka tetap waspada dengan pandemi virus corona yang terjadi saat ini.

Setelah itu, buatlah kesepakatan dengan anak Anda kegiatan apa saja yang harus dilakukan selama sekolah diliburkan. Anda bisa membantu anak membantu membuat jadwal hariannya selama tidak pergi ke sekolah. “Kesepakatan ini dilakukan untuk mengurangi drama-drama di rumah. Jadi orang tua tahu anak jam segini ngapain, nanti kegiatan apa tahu, jadi anak tenang juga, karena sudah ada kesepakatan,” jelas Aar.

3. Belajar dengan Kegiatan yang Kreatif

Belajar bukan hanya tentang mata pelajaran, tetapi bisa tentang apa saja yang membantu agar si kecil memahami suatu ilmu. Maksudnya, Anda dapat mengembangkan keterampilan anak tanpa memberikannya buku sekolah. Berada di rumah selama 2 minggu bisa jadi kesempatan Anda untuk membuat kegiatan yang menyenangkan bersama anak di rumah. Misalnya, meminta si kecil untuk mengulas film edukasi yang telah ditonton bersama dengan Anda, belajar bermasak bersama, atau membuat prakarya yang menarik. “Memasak memiliki banyak aspek pengembangan, jadi misalnya anak cari resep di internet atau buku resep, lalu mencari resep yang mana yang ada bahannya di rumah, itu saja sudah critical thinking, belajar pengambilan keputusan, kemudian belajar tentang matematikanya, menimbang , mengukur,” pungkas pemilik Rumah Inspirasi tersebut. Ya Moms, mendampingi anak belajar di rumah mungkin butuh kesabaran. Sehingga, jangan ragu untuk meminta bantuan ayah bila mengalami kesulitan. (kumparan.com)

bagikan

Leave a Comment